xiaomi kesehatan dan kecantikan

Rabu, 31 Desember 2008

Selamat Tahun Baru 2009


Segenap kru dan karyawan LiputanOne (sebenarnya cuma satu orang sih) mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009 kepada para blogger. Seperti halnya punakawan yang mampu menghiasi cerita wayang menjadi lebih hidup, semoga sepanjang 2009, para blogger makin terinspirasi dan memiliki semangat baru untuk menghadirkan karya yang berkualitas. Amin.


Selasa, 30 Desember 2008

Jawaban Pe-Er dari Attayaya

Tiba-tiba shoutmix LiputanOne melakukan refresh otomatis. Eh ada pe-er dari atta. Oke deh demi persahabatan yang terjalin selama ini, LiputanOne menjawab pe-er tersebut dengan tulus ikhlas. Halah. Hehe. Tapi demi menghemat space yang ada, maaf ya tanpa foto-foto wajah gantengku. Ups!

* The Age of Next Birthday
Ultah selanjutnya jatuh pada 8 April 2009 pada jam 8, 8 menit, 10 detik. Begitu menurut akte kelahiran.

* a Place I�d like to Travel
Saudi Arabia, sekalian naik haji dan umroh.

* a Favorite Place
Tempat yang berarti bagiku adalah rumah. Di situ aku bisa bertemu dengan istri dan anak pertamaku yang ganteng seperti ayahnya. Halah.

* a Favorite Food
Lotek Jogja. Kenapa harus pakai embel-embel Jogja? Karena waktu kuliah sering makan lotek di Jogja. Enak tenan. Rasanya beda dengan lotek Solo di tempatku tinggal sekarang.

* a Favorite Thing
Yamaha Crypton. Motorku yang setia menemani semenjak kuliah hingga bekerja.

* a City I was Born
Surakarta Hadiningrat

* a Nick Name I had
Gendut

* a Favorite Color
Biru Superman. Pokoknya lihat saja warna biru pakaian Superman.

* College Major
Akuntansi Syariah

* Name of My Love
Anna Rokhana. Istri tercintaku.

* a Hobby
Ngeblog, ngeliput, ngenulis, ngefoto, ngelindur

* a Bad Habbit
Suka pakai baju lusuh buat liputan.

* Wish list
Mengantar keluargaku ke surga yang abadi ditemani 70 bidadari. Berat tapi harus bisa.

Pe-er sudah dikerjakan. Tapi mohon maaf pe-er untuk melanjutkan ke 8 blogger lain tidak dikerjakan. Sudah keburu mau pulang kantor sih. hehe. Cukup sekian. Terima kasih.

Senin, 29 Desember 2008

Promosi, Cara Efektif Meningkatkan Omset

Pertanyaan tentang bisnis berprospek cerah sering ditanyakan pelaku maupun calon pelaku bisnis menjelang awal tahun. Para pakar keuangan disibukkan menjawab pertanyaan yang sama dan berulang setiap tahun. Tak terkecuali Safir Senduk, perencana keuangan, turut menjadi rujukan bertanya tentang masalah ini.

�Bisnis apa saja bisa dilakukan. Namun yang paling penting dalam bisnis adalah berpromosi dan meningkatkan omset. Promosi akan mampu meningkatkan omset bisnis,� ujar Safir Senduk.

Uya Kuya tidak meragukan hubungan antara promosi dengan kenaikan omset. Artis yang hobi berbisnis ini merasakan efek signifikan terhadap promosi yang dilakukannya dalam mendorong transaksi bisnis yang positif.

�Dulu waktu awal membuka bisnis, saya menghabiskan dana untuk leaflet saja sebesar 15 juta. Saya titipkan leaflet tersebut ke loper koran untuk dimasukkan ke dalam koran yang dikirim ke pelanggan. Saya masih keluarkan uang untuk uang lelah loper tersebut. Efeknya sangat terasa. Setelah pagi melakukan promosi, siangnya banyak orang berdatangan,� tutur Uya yang memiliki bisnis pisang goreng, siomay, dan showroom itu. �Saya berpromosi di sekitar tempat usaha untuk mengawali mencari konsumen,� lanjutnya.

Namun bukan bisnis bila tidak ada risiko. Uya pun pernah merasakan kegagalan di awal usahanya membuat bisnis makanan.

�Di awal perjalanan usaha, namanya bisnis makanan, jika tidak laku maka makanan dimakan sendiri. Namun setelah tiga bulan, bisnis makanan saya mulai menampakkan hasill,� ujar Uya.

Jadi bisnis apa yang cukup prospek di tahun 2009? Jawabannya adalah bagaimana sang pelaku usaha melakukan yang terbaik untuk bisnisnya. Berpromosi turut menjadi bagian tidak terpisahkan dalam berbisnis. (TvOne/LipOne)


Minggu, 28 Desember 2008

Mendulang Rupiah dari Kost Eksklusif

Bisnis kost sekarang ini bukan didominasi pelaku yang sekedar menjual kamar saja. Banyak yang mulai memandang terhadap kenyamanan penghuni kamar kost. Tidak heran bila bermunculan jenis kost eksklusif. Keeksklusivannya ditandai dengan berbagai fasilitas penunjang yang tidak ditemui pada kost untuk kelas menengah ke bawah.

Hotel dan Rumah Kost Keprabon, misalnya, melirik jenis kost eksklusif ini sebagai peluang menjanjikan yang mampu menutup pengeluaran bulan. Hotel yang sekaligus memiliki 11 kamar untuk kost ini mulai membuka usaha dobelnya sejak 2000 silam.

�Kami melihat Solo mulai ramai. Lalu lintas antar kota banyak yang lewat Solo, misal ke Semarang atau Jogja. Kami memandang ini sebagai peluang karena akan banyak pebisnis atau pedagang yang melewati kota ini,� ujar Donny Reza Sukarno, Pengelola Hotel dan Rumah Kost Keprabon, jalan Ahmad Dahlan No. 8 Solo.

Tingkat okupansi Hotel Keprabon justru lebih sedikit bila dibandingkan keterisian kamar untuk kost. Bila pada hari biasa hanya sekitar tiga hingga empat kamar yang terisi dari 17 kamar hotel yang tersedia, maka untuk hunian kamar kost bisa terisi hingga 90 persen.

�Kami memang menawarkan harga yang fleksibel mulai 900 ribu hingga 1,2 juta per bulan. Fasilitasnya AC, kamar mandi dalam, dan breakfast. Perbedaan antar harga terletak pada besar kecilnya ruangan,� ujar Reza, sapaan Donny Reza Sukarno. �Kami juga menerima kost untuk masa satu minggu dengan tarif 30 persen dari harga jual kamar kost. Fasilitasnya sama saja,� lanjutnya.

Pangsa pasar Hotel dan Rumah Kost Keprabon memang kalangan pedagang dan eksekutif muda. Mereka rata-rata dari luar kota yang ingin berbisnis di Solo. Hal ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Tri Sudarsih, pengelola Kost Putri Indrarini. Kost yang terletak di jalan Ki Hajar Dewantara 12 Solo ini mengambil segmen mahasiswa �berduit� sebagai pangsa pasarnya.

Wajar bila mahasiswi menjadi sasaran kost Indrarini. Lokasinya memang dekat dengan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, sehingga cukup strategis. Bila melihat ke halaman rumah kost ini, akan tampak berjajar mobil milik penghuni kost dari kalangan orang berada.

Soal tarif memang agak tinggi bila dibandingkan kost mahasiswa pada umumnya di sekitar kampus UNS, berkisar 275 ribu hingga 375 ribu per bulan. Sewa kost dibayar dengan sistem triwulan.

�Kamar besar punya kamar mandi dalam. Kalau yang kecil, tidak ada. Kalau bawa alat elektronik, seperti laptop, tambah 25 ribu. Kalau bawa mobil tambah 15 ribu, ujar Tri Sudarsih. �Kalau dilihat dari keterisian kamar, hampir selalu penuh,� lanjut pengelola 32 kamar kost ini.

Persaingan bisnis kost eksklusif di Solo akan semakin berat. Kompetitor akan banyak yang melakukan bisnis serupa. Hadirnya apartemen turut menandai ramainya tingkat kunjungan di Kota Bengawan ini.

�Menyiasatinya mungkin dengan mengambil pasar segmen tertentu agar bisa bertahan,� ujar Reza.

Kamis, 25 Desember 2008

Sesama Pebisnis Fotografi Jangan Gontok-Gontokkan

Persaingan antar kompetitor sesuatu yang lumrah. Namun bila antar kompetitor saling bekerjasama mungkin menjadi sesuatu yang aneh. Justru prinsip ini yang seharusnya diterapkan antara pebisnis studio foto digital.

�Keuntungannya besar. Bila suatu saat ada order lebih dan tidak bisa ditangani sendiri, maka bisa menggandeng studio lain untuk membantu menghandel,� ujar M. Yoserizal, pemilik dan fotografer Yosh Digital Photography, Solo.

Kerjasama antar studio ini juga menjadi indikator bangkit tidaknya dunia fotografi di suatu wilayah. Bila antar fotografer saling curiga dan menganggap sebagai musuh, maka perkembangan fotografi akan berjalan di tempat.

�Hidup matinya fotografi juga di tangan fotografer sendiri. Kalau mereka menganggap pelaku bisnis fotografi ini sebagai musuh, maka yang rugi sebenarnya dia sendiri,� kata Yosh, sapaan Yoserizal.

Tantangan bisnis studio makin besar seiring berkembangnya hape kamera. Sekarang ini kamera hape sudah menyentuh hingga resolusi 8 piksel, sekalipun kualitasnya belum sebagus kamera profesional. Orang menjadi lebih suka memotret memakai kamera sendiri bila dibandingkan datang ke studio

Ada penelitian yang menemukan kecenderungan orang meninggalkan studio foto karena keberadaan hape berkamera. Setidaknya minat orang untuk menggunakan studio foto berkurang 50 persen,� kata Yosh.

Kerjasama antara pelaku bisnis studio digital menjadi salah satu jalan mempertahankan pasar. Dengan menganggap kompetitor lain sebagai mitra akan menguntungkan kedua belah pihak.

�Di Jakarta, kerjasama semacam ini sudah biasa,� ujar Yosh.

Masih Luas, Peluang Bisnis Studio Foto Digital di Solo

Bisnis studio foto digital makin marak. Di Surabaya, hampir setiap ruko ada studio. Peluang Solo masih terbuka lebar.
Dokumentasi foto saat ini menjadi begitu penting. Bayangkan bila sebuah pernikahan tanpa ada foto dokumentasi. Momen yang barangkali hanya terjadi sekali dalam hidup tersebut tidak bisa dikenang secara detail

Alasan ini menjadi salah satu inspirasi bagi M. Yoserizal, pemilik sekaligus fotografer Yosh Digital Photography, untuk mendirikan studio foto digital pada 2004 lalu. Dia mencoba mengambil pangsa wedding untuk bisnis studionya.

�Saya mengawali bisnis dengan fotografi wedding yang saya kembangkan ke pelayanan lain. Banyak orang yang menikah ingin momennya diabadikan,� ujar Yosh, panggilan akrab M. Yoserizal.

Yosh mengaku terjun di pangsa wedding tidak mudah. Risiko yang dihadapinya lebih besar bila dibandingkan memotret di studio.

�Bedanya dengan foto studio, foto wedding pemotretannya mengikuti acara yang sedang berlangsung dan harus minimal dalam melakukan kesalahan. Kalau foto studio masih bisa shot ulang jika ada kesalahan dalam memotret,� kata lelaki yang berguru pada Darwis Triadi ini.

Dalam sebulan, Yosh bisa menangani dua hingga tiga wedding. Beragam paket ditawarkan mulai dari 300 ribu hingga 8 juta. Ini disesuaikan dengan budget konsumen.

�Perbedaannya pada jumlah foto yang akan diberikan dan kualitas editingnya,�ujar pemilik usaha dengan dua cabang dan 8 karyawan ini.

Yosh tidak kehabisan akal. Studio utamanya yang terletak di seputaran kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini turut membidik pangsa mahasiswa. Paket yang digulirkannya berupa pas foto, foto glamour, hingga foto wisuda. Konsumen mahasiswa ini penyumbang pendapatan terbesar kedua setelah wedding.

�Wisuda ini bersifat temporary. Di UMS ada tiga kali wisuda per tahun. Jadi saya manfaatkan even ini sebagai salah satu layanan di tempat saya dengan paket wisuda. Harga per paket 125 ribu dengan tiga foto yang diberikan kepada konsumen,� tutur Yosh. �Setiap ada even wisuda, saya bisa menangani 100 wisudawan. Itu masih ditambah mahasiswa yang membeli paket pas foto untuk ijazah sebelum wisuda diadakan,� lanjutnya.

Prospek bisnis ini masih cerah di Kota Solo dan sekitarnya. Belum banyak penyedia layanan foto digital yang menghiasi kota bengawan ini.

�Solo berbeda dengan Yogya dan Surabaya. Di kedua kota tersebut, studio foto sudah menjamur. Bahkan di Surabaya, hampir setiap ruko yang ada, terdapat studio foto,� ujar Yosh. �Solo masih sangat prospek untuk bisnis studio foto digital,� lanjut Yosh.

Modal yang diperlukan memang besar. Minimal 200 juta diperlukan untuk membeli peralatan untuk terjun di fotografi profesional. Soal layanan, pemilik usaha harus pandai mencari celah yang bisa ditembus dengan paket penawaran foto. Selain itu, nilai tambah dalam pelayanan maupun produk juga harus diperhatikan sehingga menjadi ciri khas tersendiri.

�Kalau saya berkomitmen untuk selalu menghadirkan inovasi dalam produk foto yang dihasilkan. Misalnya dalam paket wisuda, properti yang menjadi background wisudawan berupa properti asli dan bukan sebuah gambar. Kualitas editing juga selalu saya perhatikan untuk menjaga kualitas,� kata Yosh.

Jumat, 12 Desember 2008

Rendam Kaki Atasi Penyakit

Ternyata air pun bisa dijadikan terapi kesehatan. Memasukkan air ke dalam air hangat maupun dingin selama beberapa menit, diyakini mampu memberikan stimulan untuk penyembuhan penyakit. Setidaknya ada tiga tips yang dikutip dari situs kapan lagi mengenai metode ini.

Flu dan Sakit Kepala
Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

Insomnia
Sulit tidur memang menjengkelkan. Anda bisa mengatasi ini dengan merendam kaki dalam air dingin. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu, dan sembelit.

Sirkulasi Darah
Masalah sirkulasi dapat diatasi dengan secara bergantian memasukkan kaki ke dalam air hangat dan air dingin. Mulai dengan merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin.

Kamis, 04 Desember 2008

LiputanOne Dapat Award Pertama


�Walah opo maneh iki?!� Baru November 2008 kemarin blog LiputanOne ini dibuat. Tapi kok bisa-bisanya mendapatkan award ya. Award diberikan rekan saya yang punya blog pesisiran-kidul. Saya dan beberapa blogger lainnya dianugerahi The Smile Stone Award.


Dari lubuk hati yang paling dalam, halah, saya ucapkan terima kasih atas keikhlasannya memberikan award ini. Semoga menjadi pemicu agar materi dan tampilan blog saya makin berkualitas. Matur nuwun.



Rabu, 03 Desember 2008

Cara HRD Menolak Pelamar Saat Wawancara Kerja (Canda Versi Jawa)


Berikut ini adalah beberapa contoh cara percakapan yang efektif bagi HRD yang tidak ingin menerima seorang pelamar dalam proses interview. Mari kita simak. Tapi maaf ini dalam Java version. Mau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia terasa janggal padanan katanya. (H=HRD ; P=Pelamar)

H : Kowe nduwe omah opo ora?
P : Dereng
H : Wah kowe ora iso ketompo nang kene
P : Lho kok ngaten?
H : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan
P : Ah.. mboten kok. Sak janipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih
H : Yo malah ora ketompo
P : Lho kok ngaten...?
H : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang-nongkrong ae
---------
H : Kowe nduwe motor opo ora?
P : Mboten
H : Ora ketompo
P : Lho kok mboten ketompo ?
H : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit
P : Sak janipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto mriki
H : Wah malah ra ketompo...
P : Lho kok ngoten
H : Tempat parkire wis ra cukup
-------
H : Kowe wis lulus sarjana tenan...?
P : sampun pak
H : Ora ketompo. Kene iki golek sing SMA ae, luwihmanutan lan ben mbayare murah
P : Sak janipun kulo tasih badhe skripsi
H : Malah ora ketompo...
P : Lho kados pundi to?
H : Mengko kowe kerjo mung ngetik skripsi, lek wis lulus mesti golek kerjo neng perusahaan liyo
-------
H : Kowe seneng guyon opo ora ?
P : Mboten pak, kulo serius nek nyambut gawe
H : Ra ketompo...
P : Waa...kok ngoten?
H : Engko konco koncomu lan anak buahmu podho stress
P : Sak jane nggih sekedhik sekedhik seneng guyon
H : Malah ora ketompo
P : Lho kok......
H : Engko kowe mung email-emailan sing lucu
-------
H : Kowe mau mrene numpak opo ?
P : Nitih mobil
H : Kowe ora ketompo
P : Sebabipun ?
H : Saiki BBM mundhak terus, mengko kowe njaluk mundhak bayar terus
P : Wo, kulo wau namung mbonceng, kok
H : Tambah ora ketompo
P : Lho, lha kok?
H : Mengko mung gawene mbonceng mobil kantor. Ngrusuhi!
-------
H : Anakmu akeh opo sithik ?
P : Kathah pak
H : Kowe ora ketompo
P : Sebabipun ?
H : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe anaaaaaak terus
P : Lha wong namung anak adopsi, kok
H : Tambah ora ketompo
P : Lho, lha kok?
H : Gawe anak bae aras2en, opo maneh nyambut gawe
-------
H : Kowe wis ngerti gaweyanmu durung ?
P : Dereng
H : Kowe ora ketompo
P : Sebabipun ?
H : Arep nyambut gawe kok ora ngerti gaweyane ?
P : Oo, nek damelan niku mpun ngertos kok
H : Tambah ora ketompo
P : Lho, lha kok?
H : Kowe rak mung arep keminter, to?
-------
H : Kowe ngerti kahanan kantor kene durung
P : Dereng
H : Kowe ora ketompo
P : Sebabipun?
H : Arep nyambut gawe kok ora ngerti kantore?
P : Wo, sekedhik-sekedhik sampun ngertos kok
H : Tambah ora ketompo
P : Lho, lha kok?
H : Kowe senengane ngudhal-udhal wewadi kantor, to?
-------
H : Kowe kerep loro?
P : Mboten
H : Kowe ora ketompo
P : Sebabipun?
H : Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering
P : Wah, sakjanipun nggih asring
H : Tambah ora ketompo
P : Lho, lha kok?
H : Kantor iki ora nompo karyawan pileren
-------
H : Kowe biso main Internet?
P : mBoten
H : Kowe ora ketompo
P : Sebabipun?
H : Perusahaan ora nompo BI(Buta Internet)
P : Wah, sakjanipun nggih saged
H : Tambah ora ketompo...
P : Lho, lha kok ... ?
H : Mesthi ora bakal nyambut gawe, kakehan dolanan internet, to? Ngentek-entekke pulsa!
-------
H : Kowe waras opo ora?
P : Lha, kulo nggih waras to Pak
H : Ra ketompo...
P : Kenging nopo?
H : Mengko kowe mesthi ora krasan neng kene
P : Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan
H : Malah ra ketompo...
P : Pripun to niki?
H : Mengko aku duwe saingan...

Selasa, 02 Desember 2008

50 Hal Tentang Barack Obama

Apa yang Anda ketahui tentang Barack Obama? Wartawan Telegraph, Jon Swaine, menuliskan lebih dari 50 hal tentang Obama. Dikutip dari situs Kantor Berita Antara, berikut paparannya:

1.Mengoleksi komik "Spider-Man" dan "Conan the Barbarian"
2.Dikenal sebagai "O'Bomber" saat SMU karena jago basket
3.Namanya berarti "orang yang diberkati" dalam bahasa Swahili
4.Hidangan favoritnya adalah linguini udang buatan sang istri, Michelle.
5.Meraih Grammy tahun 2006 untuk kategori versi audio bukunya, "Dreams From My Father"
6.Kidal, dia adalah presiden kidal ke-6 pasca perang
7.Telah membaca semua buku Harry Potter
8.Punya satu set sarung tinju merah bertanda tangan Muhammad Ali
9.Saat remaja bekerja di toko eskrim Baskin-Robbins tapi sekarang tidak bisa makan eskrim
10.Kudapan kesukaannya adalah batang coklat-kacang penuh protein
11.Bisa bahasa Spanyol
12.Saat kampanye tidak mau nonton CNN dan memilih saluran olahraga
13.Minuman kesukaannya adalah black forest berry iced tea
14.Berjanji pada Michelle akan berhenti merokok sebelum kampanye
15.Dikenal sebagai Barry hingga saat di universitas, dia diminta menuliskan nama panjangnya
16.Buku favoritnya adalah Moby-Dick karya Herman Melville
17.Berkunjung ke Wokingham, Berks, tahun 1996 untuk menghadiri pesta yang diselenggarakan tunangan saudara perempuan satu ayah, tapi dia pergi saat penari telanjang tiba.
18.Mejanya di kantor Senat pernah digunakan Robert Kennedy
19.Tahun lalu bersama istrinya, Michelle, meraup 4.2 juta dolar (lebih dari Rp 42 miliar), sebagian besar adalah hasil penjualan bukunya.
20.Film kesukaannya adalah Casablanca dan One Flew Over the Cuckoo's Nest
21.Dia menyimpan patung kecil Bunda Maria dan kalung milik seorang tentara di Irak
22.Melamar untuk jadi model kalender kampus saat di Harvard tapi ditolak oleh panitia yang semuanya perempuan.
23.Musik kegemarannya antara lain Miles Davis, Bob Dylan, Bach dan The Fugees
24.Pertama kali nonton bioskop dengan Michelle adalah film Do The Right Thing karya Spike Lee
25.Senang scrabble dan poker
26.Tidak minum kopi dan jarang minum alkohol
27.Kalau tidak jadi politisi kemungkinan jadi arsitek
28.Saat remaja sempat terlibat mariyuana dan kokain
29.Anak perempuannya bercita-cita sekolah di Yale lalu jadi aktris (Malia, 10). Anaknya yang lain, Sasha (7) ingin jadi penyanyi dan penari.
30.Tidak suka tren anak muda yang memakai celana panjang kedodoran
31.Baru melunasi cicilan biaya kuliahnya empat tahun lalu setelah menerbitkan buku
32.Rumahnya di Chicago punya empat tungku perapian
33.Orang tua baptis anaknya, Malia, adalah Santita, anak tokoh politik berkulit hitam, Jesse Jackson
34.Mengaku punya kebiasaan paling jelek yaitu selalu mencek BlackBerry-nya.
35.Menggunakan laptop Apple Mac
36.Menggunakan mobil Ford Escape Hybrid setelah meninggalkan Chrysler 300 yang boros BBM
37.Mengenakan stelan Hart Schaffner Marx seharga 1500 dolar
38.Punya empat pasang sepatu hitam ukuran 11 yang sama persis
39.Pangkas rambut sepekan sekali di Chicago oleh pencukur Zariff yang ongkosnya 21 dolar
40.Fiksi kesukaannya di televisi adalah Mash dan The Wire
41.Nama sandinya di kalangan Secret Service (pengawal presiden) adalah Renegade
42.Julukan dari mendiang neneknya adalah Bar
43.Punya rencana membuat lapangan basket di Gedung Putih
44.Seniman favoritnya adalah Pablo Picasso
45.Pintar memasak chilli
46.Di mejanya ada ukiran kayu berupa tangan memegang telur. Lambang itu di Kenya berarti hidup adalah rapuh
47.Mendiang ayahnya adalah ekonom senior untuk pemerintah Kenya
48.Kuat mengangkat barbel seberat 200lbs
Jon Swaine juga menuliskan bahwa Obama:
49. Menyebutkan saat di Indonesia banyak temannya adalah street urchins (anak-anak yang lebih banyak di luar rumah).
50. Ketika tinggal di Indonesia memelihara monyet bernama Tata
51. Pernah makan daging anjing, ular, dan belalang bakar saat di Indonesia

Minggu, 30 November 2008

Idiot Pun Bisa Kaya

Berbagai cara menjadi jutawan, bisa ditempuh siapapun untuk mendapatkannya. Mulai dari berdagang, investasi, hingga bermain valas pun lumrah dilakoni. Banyak anggapan menjadi jutawan berangkat dari sikap mental untuk mewujudkannya.

Tung Desem Waringin, motivator kondang Indonesia asal Solo, justru berpendapat lain. Orang yang ingin menjadi jutawan mungkin bisa menerapkan beraneka jurus sakti. Tapi menurutnya yang lebih penting dalam melangkah menuju jutawan, ialah tindakan.�Ada orang yang mentalnya salah atau mungkin idiot, tapi kalau tindakannya mengarah untuk kaya maka dia bisa menjadi kaya,� ujar Tung Desem, panggilan akrab Tung Desem Waringin, kepada Saudagar. �Siapa yang kaya, biasanya dia menjadi orang yang terbaik di bidangnya,� lanjutnya.

Tung Desem mencontohkan, ada orang Jepang yang idiot tapi memiliki pukulan baseball yang keras. Karena pukulannya dibutuhkan dalam sebuah team baseball, maka dia mendapat nilai kontrak tinggi sebagai pemain utama dan akhirnya menjadi kaya. �Untuk menjadi kaya perlu tindakan yang tepat,� ujar Tung Desem.

Tung Desem membedakan antara cara untuk menjadi kaya dengan cara bertahan kaya. Bila untuk menuju kaya diperlukan tindakan yang tepat, maka untuk bertahan kaya diperlukan sikap mental benar. �Agar bisa berubah menjadi kaya, maka diperlukan tindakan yang tepat dengan sikap mental yang tepat pula,� ujar Tung Desem yang baru saja mempromosikan buku Marketing Revolution dengan menyebar uang dan tiket seminarnya senilai 100 juta dari helikopter ini.

Tindakan yang yang tepat adalah suatu hal yang menjadikan seseorang menjadi lebih baik. Dengan melakukan tindakan tepat, keprigelan seseorang untuk mengusai suatu bidang akan terasah. Seseorang yang ingin jadi jutawan, lebih memerlukan tindakan nyata yang tepat dibandingkan sikap mental. Sikap mental yang benar, dibangun menyertai tindakan-tindakan tepat yang diambil agar tetap konsisten dan terarah dalam mewujudkan hasil menjadi jutawan dan mempertahankannya.

Jika seseorang memiliki kategori berkemampuan biasa dan ingin menjadi yang terbaik, maka memutuskan tindakan yang tepat adalah pilihan. Tindakan tersebut harus mengarah untuk menjadi jutawan dan mengubahnya sebagai kebiasaan (habit). �Agar tindakan tepat menjadi konsisten ke dalam suatu kebiasaan, diperlukan reward and punishment dan pembinaan,� ujar Tung Desem. �Seperti halnya Tiger Wood yang senantiasa memperoleh gemblengan pembinaan dan kebiasaan yang baik tentang golf, pedagang pun juga perlu memiliki kebiasaan dan pembinaan yang tepat pula. Pembinaan tersebut bisa diperoleh dengan belajar dari orang-orang yang lebih dulu menjadi jutawan,� tambah Tung Desem.

Dengan kombinasi tindakan dan sikap mental, untuk menjadi jutawan, seseorang harus mengambil keputusan yang �banar-benar putus� bahwa dia berkomitmen seutuhnya meraih hidup jutawan. Untuk bisa mengambil keputusan yang �benar-benar putus�, seseorang dibantu dengan pikiran dan emosinya.

Pikiran merupakan pengetahuan untuk menjadi jutawan yang bisa diperoleh dengan membaca, melihat, dan mendengar ilmu yang ada di sekitarnya. Pengetahuan bisa didapatkan melalui buku, internet, seminar, dan sebagainya. Sedangkan emosi, merupakan sikap yang tepat dan harus diambil untuk mendukung implementasi ilmu pengetahuan yang sudah diterima. �Pengetahuan yang dipraktikkanlah itu kekuatan. Pengetahuan hanya mendukung sebesar 20 persen dan 80 persen ditentukan oleh emosi,� ujar Tung Desem.

Tung Desem menyarankan kepada orang-orang yang ingin menjadi jutawan untuk berubah dari sekarang. Seseorang harus mau pindah dari �gelombang miskin� menjadi �gelombang kaya� untuk meraihnya. �Bergaullah dengan orang-orang yang sudah sukses. Dengan bergaul dengan mereka, kita akan mempunyai wawasan yang baru untuk menjadi jutawan,� pungkas Tung Desem.

[Lensa] Blogger Solo Kopdar

Komunitas blogger solo, dikenal dengan label Blogos, mengadakan kopi darat di lantai tiga Solo Grand Mall pada 30 November 2008. Dalam kesempatan tersebut turut dihadiri perwakilan komunitas blogger Jogja "Cah Andong" dan blogger Wonosobo. Acara diisi dengan sarasehan untuk mengakrabkan diri dan transfer ilmu antar blogger.


Kamis, 27 November 2008

Selamat Datang Umar dan Terima Kasih "Super Bunda"


Penantian keluarga kami selama 9 bulan akhirnya terselesaikan. Penantian menunggu kelahiran putra pertama kami terbalas pada 24 November 2008, sekitar pukul 8.45 WIB, dengan lahirnya bayi mungil kami di Rumah Sakit Fatimah, Cilacap.

Bukan proses yang mudah, ternyata, seorang manusia bisa lahir. Perlu kerja sama yang baik antara ibu, suami, dan tenaga perawat yang membantu kelahiran, agar bayi bisa lahir dengan selamat. Sempat istri saya tidak kuat untuk mengejan dalam persalinan. Saya bisa memaklumi hal tersebut, karena semalaman dia tidak bisa tidur merasakan sakitnya perut yang begitu hebat. Saya hanya bisa istighfar melihatnya.

Kronologisnya, malam hari menjelang kelahiran, 23 November 2008, istri saya merasakan rasa mulas seperti orang ingin buang air besar. Sejak pukul 22.00 WIB hingga keesokan harinya, dia tidak pernah lepas dari rintihan kesakitan. �Ya Allah, maafkan dosa-dosanya dengan sakit yang dirasakannya,� batin saya.

Bidan yang berjaga malam itu mengatakan sudah terjadi bukaan pertama. Entah karena mungkin anak pertama, bukaan jalan lahir tetap pada posisi pertama sekalipun jarum telah menunjuk pukul 7 pagi keesokan hari. Penderitaan istri saya makin hebat. Setiap dia merasa mulas, keinginannya untuk mengejan harus ditunda sampai jalan lahir terbuka 10 centi. Begitu kata bidan.

Akhirnya sekitar pukul 8.20 WIB sang dokter datang. Jalan lahir istri saya sudah terbuka 7 sampai 8 centi. Dokter pun mengambil alih tugas bidan. Istri saya diperbolehkan mengejan untuk mengeluarkan si bayi.

Perjuangan belum berakhir. Rasa capek dan lemas yang dialami istri saya, membuatnya kurang kuat untuk mengejan. Bayi pun tidak bisa segera keluar. Melihat kondisi istri sudah kepayahan, dokter menyarankan saya untuk melakukan operasi vakum. Si bayi nantinya disedot dengan sebuah alat vakum. Saya menyetujuinya. Segera saya tandatangani pernyataan kesediaan operasi.

Alat vakum pun diambil. Dokter meletakkan ujung vakum ke kepala bayi. Alat pun dihidupkan. Begitu posisi sedot vakum sudah mantap, bayi pun ditarik dan akhirnya, �Oeek...oeeekkk...�, tangis anak pertama kami menggelegar di ruangan. �Alhamdulillah...Alhamdulillah,� ucap kami tidak hentinya memuji kebesaran Allah. Seketika air mata saya keluar tidak terbendung.

Kini istri dan anak saya sudah berada di rumah. Mereka dalam kondisi yang sehat. Kepada istriku, ayah hanya bisa bilang terima kasih dan engkaulah �Super Bunda� di keluarga kita. Untuk anakku, Umar Abdul Aziz, jadilah anak sholih dan bermanfaat bagi sekitarmu. Amin.

Rabu, 19 November 2008

Lowongan Zaman Kompeni: Kowe Mahu Kerdja?

 
Zaman penjajahan Belanda yang salah satunya dibekingi persekutuan dagang VOC, pernah membuat lowongan kerja yang diperuntukkan bagi bangsa tertindas pribumi kala itu. Lowongangan tersebut dimuat dalam sebuah koran zaman dulu yang bertahun 1889. 

Kolonial Belanda memang cukup kejam. Dalam lowongan untuk penempatan di perkebunan-perkebunan Belanda ini dikatakan, upah yang diterima pekerja nantinya dipotong 40 persen untuk pajak.Selain itu, pekerja wajib punya badan kuat dan tinggi nyalinya.

Berikut kalimat lowongan tersebut yang diambil dari sebuah grup miling list dengan sumber arsip perpustakaan nasional: 

PENGOEMOEMAN!!!
DAG INLANDER,�..HAJOO URANG MELAJOE,�KOWE MAHU KERDJA??? GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE PERLU KOWE OENTOEK DJADI BOEDAK ATAOE TJENTENK DI PERKEBOENAN-PERKEBOENAN ONDERNEMING KEPOENJAAN GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE JIKA KOWE POENYA SJARAT DAN NJALI BERIKOET:
1. Kowe poenja tangan koeat dan beroerat
2. Kowe poenja njali gede
3. Kowe poenja moeka kasar
4. Kowe poenja tinggal di wilajah Nederlandsch Indie
5. Kowe boekan kerabat dekat pemberontak- pemberontak ataoepoen maling ataoepoen mereka jang soedah diberantas liwat actie politioneel.
6. Kowe beloem djadi boedak nederlander ataoepoen ondernemer ataoe toean tanah ataoe baron eropah.
7. Kowe maoe bekerdja radjin dan netjes.

KOWE INLANDER PERLOE DATANG KE RAWA SENAJAN DISANA KOWE HAROES DIPILIH LIWAT DJOERI-DJOERI JANG BERTOEGAS :
1. Keliling rawa Senajan 3 kali
2. Angkat badan liwat 30 kali
3. Angkat peroet liwat 30 kali

Kowe mesti ketemoe Mevrouw Shanti, Meneer Tomo en Meneer Atmadjaja. Kowe nanti akan didjadikan tjentenk oentoek di Toba, Buleleng, Borneo, Tanamera, Batam, Soerabaja, Batavia en Riaoeeiland.

Governement Nederlandsch Indie memberi oepah :
1. Makan 3 kali perhari dengan beras poetih dari Bangil
2. Istirahat siang 1 uur.
3. Oepah dipotong padjak Governement 40 percent oentoek wang djago. Haastig kalaoe kowe mahoe.

Pertanggal 31 Maart 1889 Niet Laat te Zijn Hoor.. Batavia 1889 Onder de naam van Nederlandsch Indie Governor Generaal H.M.S Van den Bergh S.J.J de Gooij

Selasa, 18 November 2008

Masakan Ndeso Kini Makin Digemari


-->

-->
Menu masakan katrok (pinjam istilah Tukul) atau ndeso, kini tidak bisa dipandang remeh. Menu yang mencirikan masakan tradisional ini, banyak dijadikan ladang bisnis menggiurkan.

Rumah Makan (RM) Masja , misalnya, mulai membuka usaha rumah makan masakan Jawa sejak 1987. Pemiliknya bernama Karsini, perempuan paruh baya, yang mengawali usaha berdua bersama suami.
�Awalnya saya merintis pada tahun 1975. Waktu itu saya melayani para pekerja bangunan di depan kantor polisi Laweyan (Solo �red). Sampai 1980 saya melayani pekerja bangunan. Pada 1981, saya mulai melayani polisi dan tentara. Akhirnya saya membuka warung makan ini pada 1987,� ujar Karsini yang membuka usaha di jalan Dr. Radjiman, Solo.
Menu yang disajikan pun cukup beragam. Konsumen bisa menikmati aneka sayur dan lauk khas Jawa. �Ada lodeh, sop, asem-asem, oseng-oseng kikil, dan sebagainya. Banyak menu Jawa yang saya tawarkan. Tapi menu yang paling banyak terjual atau menjadi favorit adalah brongkos,� tutur Karsini mengenalkan masakannya.

Brongkos menjadi menu andalan di RM Masja. Isinya berupa daging sapi yang dimasak dengan tampilan berkuah kecoklatan. Sekilas akan tampak seperti tongseng kambing. Rahasia bumbu apa yang ada di dalamnya? �Itu rahasia perusahaan. Ini yang membedakan kami dengan yang lain,� jawab ibu dua orang anak itu.

Pelanggan Karsini memayungi banyak kalangan. Kalangan menengah ke bawah hingga atas, banyak yang mengunjungi rumah makannya. Pasalnya, Karsini mentapkan harga masakan yang bisa dijangkau siapapun. 
�Pada waktu itu (pertama buka �red), pelanggan saya kebanyakan sales. Seiring perjalanan usaha, konsumen saya akhirnya banyak orang yang berdasi,� ujar Karsini bangga.
Kini Karsini memiliki satu cabang yang terletak di jalan Letjen Suprapto 37 Solo. Karyawannya mencapai 22 orang untuk dua tempat yang dimiliki. Dari mulai buka pukul 6 pagi hingga 5 sore, Karsini mengaku, rumah makannya bisa dikunjungi minimal 400 orang. �Keuntungan per hari bisa satu sampai dua juta rupiah,� ujar Karsini yang mengeluarkan modal minimal dua juta rupiah untuk kulakan bahan.

Sekalipun saat ini kompetitor rumah makan sejenis mulai marak, Karsini tetap percaya diri usahanya punya rezekinya sendiri. Dia tidak khawatir menghadapi gempuran persaingan.
�Saya orangnya fair. Saya punya prinsip begini; kepintaran dan ilmu itu bisa ditiru (dipelajari �red). Tapi rezeki itu datangnya dari Allah. Walaupun banyak pesaing di sekitar saya, monggolah. Yang penting saya harus bekerja dengan baik,� pungkas Karsini optimis. (LiputanOne)

Kamis, 13 November 2008

[Santai] 21 Alasan Harus Merokok

Barangkali kita termasuk orang anti dengan rokok. Namun bagi perokok, kita juga menjadi orang paling menyebalkan buat mereka. Iyalah, mereka tidak leluasa merokok gara-gara kita menutup hidung atau terbatuk-batuk karena menjadi perokok pasif. Sejenak kita coba dengarkan berbagai alasan mereka "mewajibkan" merokok berikut:


1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.


2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri ,dan berkelahi sambil merokok


3. Mengurangi resiko kematian. Dalam berita, tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.


4. Berbuat amal kebaikan. Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap atau tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.


5. Baik untuk basa-basi atau keakraban. Kalau ketemu orang ,misalnya di halte, kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya menawarkan uang kan boros.


6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan dan perusahaan obat batuk.


7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada pos untuk rokok dan resiko baju berlubang, kena api rokok.


8. Bisa menambah suasana pedesaan bagi ruangan ber AC dengan asapnya, sehingga seolah-olah berkabut.


9. Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.

10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.


11.Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan, karena konon merokok bisa menyebabkan impoten.


12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah. Bagi pemula merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yg lulus).

13. Untuk indikator kesehatan. Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.


14. Menambah kenikmatan sore hari saat minum kopi dan makan pisang goreng. Sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok !


15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok. Eh berkokok ding.

16. Anti maling, suara perokok batuk berat di malam hari mujarab untuk mengusir penjahat.

17. Membantu shooting film keji. Rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat di kursi. "Hahaha penderitaan itu pedih Jendral..!!! " kata penjahat.


18. Film cowboy pasti lebih gaya kalau merokok sambil naik kuda. Karena jika sambil ngupil cukup susah.


19. Teman boker (ups-BAB) yang setia


20. Sebagai pengganti pelubang kertas saat emergency


21. Membuat awet muda, karena konon orang yang merokok berat belum sampai tua udah mati duluan kena kanker paru-paru. Fakta lain, sekitar 30% orang meninggal dunia karena merokok. Berarti yang 70% meninggal karena tidak merokok. Nah lo.

Perhatian: Tulisan ini hanyak joke semata. Dilarang marah karena akan membuat rambut Anda memutih. Maaf kalau pernah baca.hehe

Senin, 10 November 2008

Berharap �Keajaiban� Jalur Tol

Keresahan melanda hati Muhjarot, 32 tahun. Warga Kebon Agung RT.03/IV Ngesrep, Ngemplak,Boyolali, ini, was-was dengan berita yang santer terdengar di desanya. Rumahnya, yang sekaligus menjadi tempat usaha bengkel sepeda, menjadi jalur proyek jalan tol Semarang-Solo. Akibatnya, penghasilan utama yang dimilikinya akan hilang bila rumahnya ikut tergusur.


Jarot, panggilan akrab Muhjarot, harus menanggung empat anggota keluarga termasuk dirinya. Dia dan bapaknya bekerja mereparasi sepeda onthel pelanggan di teras rumahnya. Istrinya bekerja di sebuah pabrik tidak jauh dari sana. Anak pertamanya, yang masih balita, turut diasuh Jarot sembari mengerjakan servis sepeda.


�Penghasilan saya dari bengkel sepeda ini sangat pas-pasan. Satu bulan bisa memperoleh uang sekitar 300 ribu. Kalau pas lagi ramai mungkin bisa sampai 400 ribu,� ujar Jarot saat ditemui di rumahnya.


Kebutuhan rumah tangga yang besar membuat Jarot tidak lepas dari lilitan hutang. Dia dan sang istri bahu membahu �buka lubang tutup lubang� agar bisa bertahan hidup. Penghasilan istri pun hampir sama dengan Jarot. Jika tidak lembur, biasanya memperoleh 300 ribu. Kalau pabrik sedang banyak lemburan, istri Jarot bisa membawa sekitar 400 ribu.


�Penghasilan dari bengkel sepeda biasanya saya pakai untuk menutup hutang-hutang keluarga. Untuk kebutuhan sehari-hari mengandalkan dari gaji istri,� ungkap lelaki kurus berperawakan tinggi ini.


Berkaca dari situ, Jarot sangat berharap rute tol bisa membelok dan tidak mengenai rumahnya. Dia berharap �keajaiban� yang terjadi pada Pasar Mangu di wilayahnya, juga terjadi padanya.


�Dulunya Pasar Mangu terkena rencana jalur tol. Entah karena sebab apa, tiba-tiba jalurnya membelok sehingga tidak mengenai pasar. Saya berharap tempat saya ini juga demikian,� kata Jarot sembari menghisap rokok filter.


Wajar bila Jarot berharap demikian. Untuk membuka usaha di tempat baru, Jarot merasa memiliki tantangan lebih berat. Dia harus merintis lagi usaha dari awal sekaligus beradaptasi dengan lingkungan.


�Yang bikin tambah berat adalah kehilangan pelanggan. Saya sudah lama membuka bengkel sepeda di Ngesrep. Pelanggan saya juga banyak. Kalau saya pindah, mereka bisa tidak menjadi pelanggan lagi,� ujar Jarot cemas. �Belum tentu di tempat baru nanti keahlian saya laku bagi warga sekitar,� Jarot menambahkan.


Jarot menilai, pembangunan jalan tol ini penuh ketidakadilan. Jalan yang diklaim bebas hambatan ini, menurutnya, akan dinikmati oleh orang mampu yang memiliki kendaraan roda empat saja. Orang kecil seperti dia, tidak bisa berharap banyak bisa memanfaatkan jalan tol. Apalagi untuk masuk tol pun harus membayar.


�Jika masyarakat sekitar jalan tol tidak memperkuat perekonomiannya, maka aktivitas ekonomi mereka bisa mati. Tol yang melewati Ngesrep ini rencananya dibuat jalan layang. Tentu saja tidak ada interaksi ekonomi antara pengguna tol dengan warga sekitar. Maka jika tidak diantisipasi, perekonomian warga bisa mati,� Jarot menjelaskan.


Namun Jarot bersiap diri bila memang harus menemui pilihan terburuk untuk pindah. Dia mensyaratkan agar nilai ganti rugi sesuai dengan nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya, syukur-syukur lebih. Tanah Jarot seluas 156 meter persegi. Dia berharap per meter minimal dihargai Rp 500 ribu.


�Transaksi jual beli tanah yang terakhir pernah terjadi di sini, per meter sudah mencapai 500 ribu. Kalau bisa tempat saya dihargai dua kali lipatnya. Karena saya pernah dari korban tol juga, jika dia mendapat ganti rugi dua kali lipat dari nilai pasar,� pungkas Jarot penuh harap.

Jumat, 07 November 2008

Wisata Pemerahan Susu Sapi Desa Cepogo: Menunggu Keseriusan Pemkab Boyolali


-->

Barangkali Anda salah satu penikmat gurihnya susu sapi segar. Hangatnya susu sapi, setelah dipasteurisasi, cukup nikmat dikonsumsi pada pagi atau malam hari. Bila ditambah sirup atau es batu, kesegaran susu pun terasa mak nyes di badan.

Pernahkah berpikir bagaimana sebotol susu segar sampai di tangan Anda? Mungkin Anda bisa menemukan jawabannya dengan berjalan-jalan ke Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Boyolali. Di desa ini Anda dapat berinteraksi dengan peternak sapi perah untuk melihat proses pemerahan susu. Tidak hanya itu, Anda pun dapat mencoba belajar memerah dengan bimbingan para peternak.

Desa Cepogo berada 13 kilometer ke arah barat dari kota Boyolali. Ketinggiannya 800 meter di atas permukaan laut sehingga memiliki topografi dataran tinggi, dengan curah hujan 9000 mm per tahun. Oleh karena itu, kondisi ini menyebabkan Desa Cepogo cocok untuk peternakan sapi perah. Di Boyolali sendiri, sapi subtropis ini bisa hidup di wilayah berhawa dingin lainnya seperti Kecamatan Selo, Ampel, Musuk, Boyolali, dan Mojosongo.

Batas wilayah Desa Cepogo diapit oleh Desa Kembang Kuning di sebelah utara, Desa Mliwis di sebelah selatan, Desa Genting di sebelah barat, dan Desa Cabean Kunti di sebelah Timur. Desa yang dihuni lebih dari 1.600 KK ini, memiliki luas 350,35 hektar.

Akses menuju lokasi sudah berupa jalan beraspal. Hanya sedikit jalan aspal yang rusak. Kebanyakan jalan yang dilewati masih layak pakai. Kendaraan yang Anda gunakan sebaiknya dalam kondisi prima. Jalanan yang akan ditapaki cenderung menanjak. Konsentrasi tidak boleh menurun karena banyak jalan berkelok dan tidak terlalu lebar. Namun Anda akan dimanjakan indahnya pemandangan gunung Merapi di sepanjang perjalanan.

Masyarakat Desa Cepogo sangat ramah kepada pendatang. Sepanjang melintas jalanan di desa ini, ramah sapa senantiasa ditunjukkan warga dengan berucap, �Monggo, mas.� Tidak jarang pula warga mengajak mampir untuk sekedar minum teh di rumahnya. Sungguh, Anda bisa merasakan hubungan kekerabatan yang kuat di sana.

Di desa ini, Anda bisa mampir di Dusun Kupo dan Banaran. Pada kedua dusun ini banyak warga yang memelihara sapi perah. �Produksi susu sapi di Desa Cepogo banyak ditemui di Kupo dan Banaran,� ujar Abdul Choir, Kepala Desa Cepogo.

Pemerahan susu sapi dilakukan peternak pada pagi dan sore hari. Bila tidak ingin ketinggalan momen tersebut, Anda bisa datang sebelum pemerahan dimulai. Anda diperbolehkan melihat prosesnya di kandang dan melakukan pemerahan sendiri bila menghendaki.

Supriati, peternak sapi perah di Dusun Kupo, mengaku senang bila rumahnya didatangi wisatawan. �Masih sangat jarang ada wisatawan ke sini. Dulu pernah ada tamu rombongan yang ikut melihat langsung proses pemerahan. Hanya sekali itu saja tempat saya dikunjungi. Saya yakin bila banyak wisatawan datang, akan mampu mengangkat perekonomian warga,� ujar wanita 38 tahun ini optimis. �Ada 9 peternak sapi perah yang ada di sini,� lanjut Supriati.

Potensi wisata baru di Desa Cepogo ini ternyata belum tergarap maksimal. Dusun Tumang, bagian dari Desa Cepogo, lebih dahulu terangkat dengan kerajinan tembaganya. Sedangkan potensi agrowisata pemerahan susu sapi belum terlalu disosialisasikan.

�Saat ini yang cukup dikenal hanya Tumang yang menjadi pusat kerajinan tembaga. Belum ada instruksi dari pemkab dalam pengembangan wisata untuk sapi perah Saya menyambut baik bila Pemkab Boyolali juga turun tangan untuk mau mengangkat potensi wisata tersebut di desa ini, agar mampu mengangkat ekonomi warga,� ujar Abdul Choir.

Melihat penyediaan fasilitas wisata di Desa Cepogo, memang masih minim. Keberadaan homestay sulit ditemui di sini. Untuk mencari penginapan, wisatawan harus ke Selo yang jaraknya kurang lebih enam kilometer dari Desa Cepogo. Harga sewa kamar di sana berkisar antara 25 ribu hingga 100-an ribu rupiah.

�Kendala saat ini salah satunya adalah penginapan. Belum banyak warga yang bersedia menjadikan rumahnya sebagai penginapan. Namun bisa jadi kalau banyak wisatawan datang ke sini, warga akan tertarik membuatnya,� ujar Jamari, ketua RT 03/RW 03 Dusun Kupo, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Kendala lain adalah keadaan kandang sapi yang terlihat kotor. Jumari khawatir bila wisatawan yang datang tidak terbiasa menghadapi hal-hal yang dianggap kotor, dia bisa merasa jijik. �Namun yang ini bisa disiasati dengan meminimalkan keberadaan barang-barang yang dianggap jijik dari dalam kandang,� kata Jumari.

Kotor memang sebuah anggapan. Namun dengan melihat dan mempraktikkan langsung pemerahan sapi, justru wawasan Anda akan bertambah dari sini.

Setelah menikmati proses pemerahan, Anda pun bisa membeli susu segar langsung dari peternak. Seekor sapi perah mampu memproduksi susu 10 hingga 15 liter per hari. Dari empat sapi perah produktif yang dimiliki Supriyati, misalnya, bisa dihasilkan susu segar sebanyak 50 hingga 55 liter sehari. Harga eceran susu tertinggi per liter sekitar Rp 2.800. Cukup murah bukan.

Hanya saja harga ini sebenarnya masih cukup memberatkan peternak. �Harga pakan ternak kualitas bagus, per kilo sudah Rp 2.500. Bila dibandingkan dengan nilai jual susu per liter, maka tidak terlalu sebanding marginnya. Maka dari itu, saat ini lebih banyak peternak yang beralih dari sapi perah ke sapi potong,� ungkap Jumari.

�Dalam sebulan saya bisa mendapatkan omset 1,5 juta. Tapi kalau pas deras-derasnya susu sapi pasca melahirkan, saya bisa dapat 2,5 juta. itu belum dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan,� keluh Supriyati.

Penggarapan peternakan sapi perah untuk tujuan agrowisata ini memang masih terkesan berjalan sendiri-sendiri. Di antara peternak sapi perah Desa Cepogo, belum terbentuk semacam kelompok sadar wisata yang berperan dalam peningkatan nilai desa dari sektor pariwisata. Bila ada wisatawan datang dan ingin berinteraksi dengan peternak, mereka bisa memilih sendiri salah satu peternak yang ada. �Semua peternak masih terfokus pada besaran peningkatan produksi susu dan penjualan,� kata Jumari.

Sebenarnya penggarapan potensi wisata pemerahan susu sapi ini siap diawali warga. �Penggarapan ini tidak lepas dari peran serta pemkab untuk serius memberikan fasilitas memadai sebagai tujuan wisata, termasuk dari sisi promosi Permodalan pun juga harus dibantu, misalnya, persoalan seputar pengadaan bibit dan pembudidayaan sapi perah. Saya yakin warga Desa Cepogo siap mewujudkan potensi ini,� pesan Abdul Choir.


Memanfaatkan Keunggulan Lokasi

Gejolak ekonomi akhir-akhir ini memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia harus pintar memilih dan memilah kebutuhan hidup. Atau dengan kata lain tahu mana yang prioritas, mana yang bisa ditunda. Alhasil, beberapa kegemaran pun terpaksa dihentikan dulu. Misal hobi memelihara ikan hias. Maklum, ikan hias bisa dibilang kebutuhan tersier, yang tidak harus dipenuhi.


Praktis, turunnya minat memelihara ikan hias turut mempengaruhi pasaran ikan hias. Tak jarang ada pengusaha yang harus banting stir ke usaha lain setelah ikan hias tak lagi menjanjikan. Bagi yang ingin bertahan, strategi dan kiat-kiat jitu diperlukan agar tak merugi, apalagi gulung tikar.


Hanya saja, pendapat umum pasaran ikan hias sedang suram dibantah Wahono, Manager Pro Shop �She Look Red.� Menurutnya, Solo masih berpotensi untuk pasaran ikan hias mengingat banyak kolektor yang memiliki daya beli bagus. Dia melihat sudah mulai banyak kolektor yang mencoba membeli ikan arwana sebagai koleksinya

.

Kebanyakan mereka meyakini arwana bisa mendatangkan rezeki dan menolak bala. Jadi kalau ada keluarga yang kena musibah, yang mati adalah arwananya. �Jadi keluarga terbebas dari ancaman musibah jika memelihara arwana. Begitu kepercayaan yang ada tentang arwana,� jelas Wahono tentang alasan sebagian besar pembelinya memilih arwana.


Wahono menjual berbagai ukuran arwana, dari 15-17 cm yang dihargai Rp 5 juta hingga yang 20-25 cm yang dibanderol Rp 6,5 juta. �Ada juga ukuran yang lebih besar, harganya sekitar Rp 15 juta-Rp 20 juta,� katanya yang hanya menjual jenis super red. Dalam sebulan, tokonya rata-rata mampu menjual 10 ekor arwana ukuran kecil. Seluruh arwana kiriman dari Jakarta dengan pembibitan di Pontianak.


Meski menganggap pasaran arwana relatif stabil, dia tetap menerapkan jurus khusus untuk bersaing dengan toko sejenis. �Kami mengkhususkan menjual arwana super red. Setiap arwana super red di tempat kami dipasangi semacam identitas khusus yang ditanam di dalam tubuh ikan agar ikan mudah dikenali seumpama hilang atau dicuri,� ujarnya. Media promosi pun juga dilirik. Untuk lokal, Wahono menggunakan brosur dan iklan di media setempat. Namun, �Kami juga dibantu pemasok dari Jakarta untuk iklan skala nasional,� tuturnya. Dia sendiri menyebut promosi arwana malah lebih gencar di Malaysia dan Singapura. �Padahal arwana asli Indonesia,� tambahnya.


Strategi lain penjual ikan hias adalah dengan bersama-sama membentuk kelompok penjualan sesama ikan hias yang berdekatan. Seperti yang terlihat di Pasar Gedhe Solo. Ada los khusus sebagai sentra pembelian ikan hias. Sehingga pembeli pun tak perlu repot untuk mencari barang yang sesuai keinginan dan kantong. �Memang kalau bareng-bareng kayak gini keuntungannya sudah dikenal sebagai sentra ikan hias. Meski juga harus bersaing dengan toko lainnya,� jelas Asih, salah satu penjual ikan hias di Pasar Gedhe.


Dia mengatakan dari berbagai jenis ikan yang dijual; arwana, koi, dan ikan kecil-kecil, yang paling laku arwana. �Saya menjual arwana silver Brasil Rp 150 ribu. Kalau yang kecil-kecil antara Rp 5.000 hingga Rp 35 ribu,� tuturnya. Asih juga merasa tidak memerlukan media promosi apapun. Biar bagaimanapun, menurutnya, sudah banyak yang tahu jika sentra ikan hias di Solo ada di Pasar Gedhe.


Ria, karyawan Solo Akuarium yang berlokasi di lantai 2 sentra ikan hias Pasar Gedhe menuturkan untuk menarik pembeli, dia mengunggulkan proses karantina yang dijalani ikan hias di tokonya sebelum dilepas ke pasaran. �Sehingga ikan yang dijual benar-benar dalam keadaan sehat. Di sini jarang ada ikan yang mati. Paling cuma beberapa saja,� klaimnya.


Dia menjual berbagai jenis ikan air tawar dan air laut yang semuanya untuk ditempatkan di akuarium. Untuk yang paling laku, ikan arwana dan koi masih terdepan. Arwana silver Brasil yang kecil sekitar Rp 100 ribuan. �Kalau super red untuk yang kecil saja bisa jutaan rupiah. Kalau ikan koi harganya bervariasi mulai dari Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, bahkan 35 ribu. Tergantung besar kecilnya juga,� terangnya.


Dalam sehari, Solo Akuarium mampu menjual tujuh ekor arwana kategori biasa. Untuk super red, Ria tidak bisa memastikan. �Yang jelas keberadaan Pasar Gedhe memberi keuntungan tersendiri. Sekalipun mungkin banyak penjual di luar sana, tidak terlalu mempengaruji penjualan di tempat kami. Barangkali konsumen tahu kalau Pasar Gedhe jadi tempat rujukan, jadi banyak dari mereka yang memilih ke sini,� katanya.